Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Banjar Tekankan Peran Strategis Organisasi Kepemudaan dalam Membangun Budaya Politik yang Sehat

kesbangpol

Anggota Bawaslu Kabupaten Banjar, Wahyu, S.H., M.H., menjadi narasumber dalam kegiatan Forum Diskusi Politik yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banjar di Hotel Grand Tan, Kecamatan Gambut, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini mengangkat tema “Peran Organisasi Kepemudaan dalam Mendorong Budaya Politik yang Sehat” sebagai upaya meningkatkan peran organisasi kepemudaan dalam membangun kehidupan politik yang demokratis dan berintegritas.

Dalam pemaparannya, Wahyu menjelaskan bahwa budaya politik yang sehat merupakan nilai, sikap, dan perilaku masyarakat dalam kehidupan politik yang menjunjung tinggi demokrasi, hukum, keadilan, serta kepentingan umum. Menurutnya, demokrasi tidak cukup dimaknai sebagai pelaksanaan pemilu, tetapi juga harus tercermin dalam partisipasi masyarakat, penghormatan terhadap perbedaan, dan tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wahyu menegaskan bahwa organisasi kepemudaan memiliki posisi strategis sebagai ruang pembelajaran demokrasi. Melalui organisasi, generasi muda dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab, serta membangun sikap mandiri dan berintegritas.

Ia memaparkan tiga peran strategis organisasi kepemudaan, yakni sebagai sarana pendidikan demokrasi, penyalur aspirasi pemuda, dan pengawasan sosial. Ketiga peran tersebut dapat diwujudkan melalui diskusi kebijakan publik, penyampaian aspirasi secara konstruktif, serta pengawasan terhadap kebijakan dan praktik kekuasaan agar tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Lebih lanjut, Wahyu menguraikan lima karakteristik budaya politik yang sehat, yaitu partisipasi yang sadar dan bertanggung jawab, penghormatan terhadap perbedaan pilihan dan pandangan, ketaatan terhadap hukum, kesediaan mempertanggungjawabkan kekuasaan dan keputusan, serta mengutamakan kepentingan umum.

Dalam konteks Kabupaten Banjar, organisasi kepemudaan juga didorong untuk mengembangkan pendidikan politik berkelanjutan, membangun demokrasi internal yang transparan, menerapkan kode etik dan literasi digital, serta menyediakan forum aspirasi pemuda. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat partisipasi politik sekaligus membangun budaya demokrasi yang sehat di lingkungan masyarakat.

Wahyu turut mengingatkan sejumlah tantangan dalam membangun budaya politik yang sehat, antara lain politik yang berorientasi pada perebutan kekuasaan, partisipasi tanpa substansi, dilema dukungan dan independensi organisasi, disinformasi dan polarisasi digital, serta menurunnya nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, keberhasilan organisasi kepemudaan tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan atau besarnya dukungan, tetapi juga dari kualitas pengetahuan politik, keterbukaan organisasi, kepercayaan sosial, dan manfaat nyata yang dihasilkan bagi masyarakat.

Selain Wahyu, kegiatan Forum Diskusi Politik tersebut juga menghadirkan Rakhmat Dhany, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar, serta Nor Kholis Majid, pegiat demokrasi dan pemerhati pemilu, sebagai narasumber.

Melalui forum ini, Bawaslu Kabupaten Banjar menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam membangun demokrasi yang tidak hanya prosedural, tetapi juga berlandaskan nilai, etika, partisipasi, dan tanggung jawab. Organisasi kepemudaan diharapkan mampu menjadi ruang tumbuhnya generasi yang kritis, menghargai perbedaan, menjunjung tinggi integritas, serta aktif mengawal kehidupan demokrasi yang lebih baik.

kesbangpol