Lompat ke isi utama

Berita

Fasilitasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan Kepada Disabilitas

Fasilitasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan Kepada Disabilitas
\n

Martapura - Divisi Pengawasan Bawaslu Banjar melaksanakan kegiatan fasilitasi penguatan pemahaman kepemiluan kepada disabilitas di SLB Negeri 2 Martapura, Rabu (28/9).

\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka oleh Kordiv. Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (P2H) Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Radini didampingi Kabag Pengawasan, H. Supriyanto Noor serta Ketua, Anggota dan Kasubbag Pengawasan Bawaslu Banjar.

\n\n\n\n

Dalam sambutannya, Muhammad Radini menyampaikan siswa SLB juga memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih itu merupakan perwujudan sebuah negara demokrasi di kabupaten banjar pada khususnya dan Indonesia pada umumnya maka perlu diberikan pemahaman tentang kepemiluan sejak dini.

\n\n\n\n

Sambutan dilanjutkan oleh Ketua Bawaslu Banjar, Fajeri Tamzidillah beliau menyampaikan pentingnya siswa SLB diberikan pengetahuan terkait kepemiluan terutama siswa kelas 3 SLB yang sudah genap berusia 17 tahun dan sudah memiliki KTP-Elektronik itu bisa disiapkan sejak dini agar semua siswa yg memenuhi syarat terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebagai pemilih sehingga bisa menggunakan hak suaranya pada pemungutan suara pemilu pada hari Rabu, 14 Februari 2024.

\n\n\n\n

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Martapura, Ernas Hudayanto dalam kesempatan tersebut beliau menyambut baik dan positif terkait kegiatan yang dilaksanakan oleh bawaslu banjar sehingga memberikan pengetahuan tentang kepemiluan terhadap siswa SLB.

\n\n\n\n

Dalam penguatan pemahaman kepemiluan kepada disabilitas Kordiv. Pengawasan bawaslu banjar, Hairul Falah menyampaikan terkait Pemilu, Penyelenggara Pemilu, Tahapan Pemilu, Pelaksanaan Pemilu, Peran disabilitas dalam Pemilu, isu-isu krusial pada tahapan pemilu bagi disabilitas, dan data pemilih serta tanya jawab.

\n\n\n\n

Kegiatan ini diikuti 25 orang siswa dan 5 orang pendamping dari siswa serta penterjemah bahasa sehingga juga bisa di pahami siswa dari tunarungu.

\n"