Beranda / Publikasi / Simulasi Musyawarah Tertutup : “Majelis dituntut kendalikan Musyawarah”
Publikasi

Simulasi Musyawarah Tertutup : “Majelis dituntut kendalikan Musyawarah”

Martapura, 27 Juli 2020 – Koordinator Penyelesaian Sengketa Provinsi Kalimantan Selatan Aries Mardiono, S.Sos bersama dengan komisioner Bawaslu Kabupaten Banjar, Fajeri Tamzidillah, S.Pd., M.M., Ramliannoor, S.Ag., M.Pd.I., dan Rizki Wijaya Kusuma, S.H. beserta Koordinator Sekretariat dan Staf melakukan simulasi musyawarah tertutup penyelesaian sengketa pemilihan.

Kegiatan yang sebelumnya sudah dilakukan di beberapa Kabupaten/Kota lain yang khususnya melaksanakan pemilihan kepala daerah tahun 2020 di Provinsi Kalimantan Selatan. Dari 13 Kabupaten/Kota, ada tujuh di antaranya yang melaksanakan Pilkada 2020, yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kemudian Kabupaten Balangan, Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Tujuan diselenggarakannya simulasi musyawarah tertutup ini sebagai Langkah kesiapan Proses Penyelesaian Sengketa baik itu dalam proses administrasi penerimaan berkas permohonan secara daring maupun secara langsung menggunakan aplikasi Sistem informasi Penyelesaian sengketa (SIPS) dan juga sebagai bentuk kesiapan proses beracara pada musyawarah tertutup.

Kegiatan ini Aries Mardiono menyampaikan “majelis musyawarah dituntut untuk dapat mengendalikan jalanya suatu musyawarah dengan mendengarkan dan menganalisis permasalahan dari kedua belah pihak sampai mendapatkan kesimpulan dan ditawarkan kepada para pihak untuk dinegosiasi sampai mencapai suatu kesepakatan dari kedua belah pihak”.

Penulis : Syarif